عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ
رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الطِّيَرَةُ
شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ثَلَاثًا وَمَا مِنَّا إِلَّا وَلَكِنَّ اللَّهَ
يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ
3910. Dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Pesimis adalah syirik, pesimis adalah syirik —beliau ucapkan sampai tiga kali— dan
tidak seorang pun dari kita kecuali (akan mengalami rasa persimis ini),
akan tetapi Allah akan menghilangkannya (dari kita) dengan bertawakal."
(Shahih)
عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا عَدْوَى وَلَا
طِيَرَةَ وَلَا صَفَرَ وَلَا هَامَّةَ فَقَالَ أَعْرَابِيٌّ مَا بَالُ
الْإِبِلِ تَكُونُ فِي الرَّمْلِ كَأَنَّهَا الظِّبَاءُ فَيُخَالِطُهَا
الْبَعِيرُ الْأَجْرَبُ فَيُجْرِبُهَا قَالَ فَمَنْ أَعْدَى الْأَوَّلَ قَالَ
مَعْمَرٌ قَالَ الزُّهْرِيُّ فَحَدَّثَنِي رَجُلٌ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ
لَا يُورِدَنَّ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ قَالَ فَرَاجَعَهُ الرَّجُلُ
فَقَالَ أَلَيْسَ قَدْ حَدَّثَنَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا عَدْوَى وَلَا صَفَرَ وَلَا هَامَةَ قَالَ
لَمْ أُحَدِّثْكُمُوهُ قَالَ الزُّهْرِيُّ قَالَ أَبُو سَلَمَةَ قَدْ
حَدَّثَ بِهِ وَمَا سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ نَسِيَ حَدِيثًا قَطُّ
غَيْرَهُ
3911. Dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda, "Tidak
ada keyakinan bahwa penyakit itu datang sendiri (bukan kehendak Allah),
tidak boleh pesimis, tidak ada keyakinan bahwa sakit perut disebabkan
cacing perut, dan tidak ada keyakinan bahwa daerah yang dihinggapi
burung hantu akan tertimpa musibah." Kemudian ada seorang Arab Badui
berkata, "Lalu bagaimana kalau ada unta yang tersesat atau hilang di
padang pasir; dia akan seperti lembu yang bercampur dengan unta yang
mempunyai penyakit kudis dan tentu akan menularinya? Beliau bertanya, "Lalu siapa yang menularinya pertama kali? Az-Zuhri berkata: seseorang memberitahukanku, (katanya) dari Abu Hurairah, dia berkata: Abu Hurairah pernah mendengar Rasulullah bersabda, "Sebenarnya tidak ada penularan duri orang yang sakit kepada orang yang sehat."
Dia berkata (perawi): Lelaki Badui itu lalu menarik kembali ucapannya,
maka dia berkata, "Bukankah Rasulullah telah bersabda kepada kita, ' Tidak
ada keyakinan bahwa penyakit itu datang sendiri (bukan kehendak Allah),
tidak boleh pesimis, tidak ada keyakian bahwa sakit perut disebabkan
caring perut, dan tidak ada keyakinan bahwa daerah yang dihinggapi
burung hantu akan tertimpa musibah." Dia (Abu Hurairah) berkata,
"Aku tidak pernah menceritakan hal semacam itu kepada kalian!" Abu
Salamah berkata: Abu Hurairah sebenarnya telah menceritakannya. Aku
belum pernah mendengar Abu Hurairah lupa terhadap satu hadits pun,
kecuali pada hadits ini. (Shahih), Ash-Shahihah, 782 dan 971
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا عَدْوَى وَلَا هَامَةَ وَلَا نَوْءَ وَلَا صَفَرَ
3912. Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada 'adawa (keyakinan bahwa penyakit datang dengan sendirinya), tidak ada haamah (keyakinan bahwa jika ada burung hantu hinggap di suatu daerah maka daerah itu akan terkena musibah), tidak ada nau' (keyakinan bahwa bintang tertentu dapat menurunkan hujan), dan tidak ada shafar (keyakinan bahwa orang yang sakit perut disebabkan oleh cacing yang ada di dalamnya. Bisa juga bermakna lain)." {Shahih)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا غُولَ
3913. Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Rasulullah bersabda, "Tidak ada hantu" {Hasan Shahih: Muslim) dari Jabir
أَشْهَبُ
قَالَ سُئِلَ مَالِكٌ عَنْ قَوْلِهِ لَا صَفَرَ قَالَ إِنَّ أَهْلَ
الْجَاهِلِيَّةِ كَانُوا يُحِلُّونَ صَفَرَ يُحِلُّونَهُ عَامًا
وَيُحَرِّمُونَهُ عَامًا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ لَا صَفَرَ
3914. Dari Asyhab, dia berkata: Malik pernah ditanya tentang sabda Rasulullah SAW,
"Tidak ada shafar?" dia lalu berkata, "Sesungguhnya orang-orang
jahiliyah telah menghalalkan bulan Shafar tahun ini namun kemudian
mereka mengharamkanya pada tahun berikutnya (begitu seterusnya).
Rasulullah pun bersabda, "Tidak boleh ada bulan Shafar seperti itu." {Shahih Maqthu')
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ الْمُصَفَّى حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ قَالَ قُلْتُ
لِمُحَمَّدٍ يَعْنِي ابْنَ رَاشِدٍ قَوْلُهُ هَامَ قَالَ كَانَتْ
الْجَاهِلِيَّةُ تَقُولُ لَيْسَ أَحَدٌ يَمُوتُ فَيُدْفَنُ إِلَّا خَرَجَ
مِنْ قَبْرِهِ هَامَةٌ قُلْتُ فَقَوْلُهُ صَفَرَ قَالَ سَمِعْتُ أَنَّ
أَهْلَ الْجَاهِلِيَّةِ يَسْتَشْئِمُونَ بِصَفَرٍ فَقَالَ النَّبِيُّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا صَفَرَ قَالَ مُحَمَّدٌ وَقَدْ
سَمِعْنَا مَنْ يَقُولُ هُوَ وَجَعٌ يَأْخُذُ فِي الْبَطْنِ فَكَانُوا
يَقُولُونَ هُوَ يُعْدِي فَقَالَ لَا صَفَرَ
3915.
Muhammad bin Al Mushaffa memberitahu kami: Baqiyyah memberitahu kami,
ia berkata: Aku bertanya kepada Muhammad —maksudnya Ibnu Rasyid— tentang sabda Rasul, "Haama"?
dia lalu berkata, "Dahulu orang-orang jahiliyah berkata, "Tidak ada
seorang pun yang meninggal lalu dikuburkan kecuali akan keluar burung
hantu dari kuburnya." Lalu apa maksudnya "Shafar?" Dia berkata, "Aku
mendengar bahwa orang-orang jahiliyah mengungkapkan rasa pesimis,
kecewa, dan berduka, dengan bersiul (di Mesir disebut zaghuht), maka
Rasulullah bersabda, "Tidak boleh ada shafar (siulan)." Muhammad
berkata: Aku mendengar ada orang berkata, "Itu adalah penyakit yang
menimpa perut," maka mereka berkata, "Itu adalah penyakit menular!" Rasulullah pun bersabda, "Tidak boleh ada shafar.." (Shahih) dengan sanad terputus
عَنْ أَنَسٍ أَنَّ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا عَدْوَى وَلَا
طِيَرَةَ وَيُعْجِبُنِي الْفَأْلُ الصَّالِحُ وَالْفَأْلُ الصَّالِحُ
الْكَلِمَةُ الْحَسَنَةُ
3916. Dari Anas, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda,
"Tidak ada keyakinan bahwa penyakit itu datang sendiri dan tidak boleh
bersikap pesimis. Sesungguhnya aku kagum dengan pikiran yang positif,
yaitu perkataan dan ucapan yang baik. " (Shahih: Muttafaq 'Alaih)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ كَلِمَةً فَأَعْجَبَتْهُ فَقَالَ أَخَذْنَا فَأْلَكَ مِنْ فِيكَ
3917.
Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW telah mendengar ucapan
yang baik dan beliau kagum denganya, kemudian beliau bersabda, "Aku mengambil persangkaan baikmu dari mulutmu. " (Shahih), Ash-Shahihah, 726
عَنْ عَطَاءٍ قَالَ يَقُولُ
النَّاسُ الصَّفَرُ وَجَعٌ يَأْخُذُ فِي الْبَطْنِ قُلْتُ فَمَا
الْهَامَةُ قَالَ يَقُولُ النَّاسُ الْهَامَةُ الَّتِي تَصْرُخُ هَامَةُ
النَّاسِ وَلَيْسَتْ بِهَامَةِ الْإِنْسَانِ إِنَّمَا هِيَ دَابَّةٌ
3918. Dari Atha' dia berkata: Orang-orang berkata,
"Ash-shafar adalah penyakit yang menimpa perut." Aku lalu bertanya,
"Lalu apa artinya al haamah?" Dia menjawab, "Orang-orang berkata, Al
haamah adalah keyakinan akan adanya burung hantu yang meneriaki nyawa
yang sudah mati agar bangkit. Tetapi yang dimaksud nyawa di sini adalah
nyawa binatang melata." {Shahih) dengan sanad terputus
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَتَطَيَّرُ مِنْ
شَيْءٍ وَكَانَ إِذَا بَعَثَ عَامِلًا سَأَلَ عَنْ اسْمِهِ فَإِذَا
أَعْجَبَهُ اسْمُهُ فَرِحَ بِهِ وَرُئِيَ بِشْرُ ذَلِكَ فِي وَجْهِهِ
وَإِنْ كَرِهَ اسْمَهُ رُئِيَ كَرَاهِيَةُ ذَلِكَ فِي وَجْهِهِ وَإِذَا
دَخَلَ قَرْيَةً سَأَلَ عَنْ اسْمِهَا فَإِنْ أَعْجَبَهُ اسْمُهَا فَرِحَ
وَرُئِيَ بِشْرُ ذَلِكَ فِي وَجْهِهِ وَإِنْ كَرِهَ اسْمَهَا رُئِيَ
كَرَاهِيَةُ ذَلِكَ فِي وَجْهِهِ
3920.
Dari Buraidah, dia berkata: Rasulullah SAW tidak pernah pesimis
terhadap sesuatu pun; jika beliau mengutus seorang pekerja maka beliau
menanyakan namanya, dan jika beliau kagum dengan namanya maka beliau
senang dengannya dan wajahnya terlihat ceria. Namun jika beliau tidak
senang dengan namanya maka wajahnya terlihat muram. Apabila beliau
memasuki suatu perkampungan, maka beliau menanyakan nama perkampungan
tersebut; jika beliau kagum dengan namanya maka beliau terlihat senang
dan terlihat keceriaan di wajahnya, namun jika beliau tidak suka dengan
namanya maka akan terlihat kemuraman di wajahnya. (Shahih), Ash-Shahihah, 762
عَنْ سَعْدِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ لَا
هَامَةَ وَلَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَإِنْ تَكُنْ الطِّيَرَةُ فِي
شَيْءٍ فَفِي الْفَرَسِ وَالْمَرْأَةِ وَالدَّارِ
3921. Dari Sa'ad bin Malik, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Tidak
ada keyakinan bahwa daerah yang dihinggapi burung hantu akan tertimpa
musibah, tidak ada keyakian bahwa penyakit datang dengan sendirinya, dan
tidak boleh pesimis. Jika memang harus pesimis maka katakan pada kuda
yang kabur, wanita yang otoriter, dan rumah yang sempit" (Shahih), Ash-Shahihah, 789
قَالَ
سُئِلَ مَالِكٌ عَنْ الشُّؤْمِ فِي الْفَرَسِ وَالدَّارِ قَالَ كَمْ مِنْ
دَارٍ سَكَنَهَا نَاسٌ فَهَلَكُوا ثُمَّ سَكَنَهَا آخَرُونَ فَهَلَكُوا
فَهَذَا تَفْسِيرُهُ فِيمَا نَرَى وَاللَّهُ أَعْلَمُ
3922. Dari Malik, dia berkata: Aku pernah ditanya tentang sikap pesimis terhadap kuda dan rumah, dia lalu berkata, "Berapa
banyak dari rumah yang dihuni oleh manusia lalu hancur, kemudian dihuni
oleh yang lain dan hancur juga. Menurutku, pendapat ini merupakan
penafsiran dari hadits tadi. (Shahih Maqthu')
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ
رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي دَارٍ كَثِيرٌ فِيهَا
عَدَدُنَا وَكَثِيرٌ فِيهَا أَمْوَالُنَا فَتَحَوَّلْنَا إِلَى دَارٍ
أُخْرَى فَقَلَّ فِيهَا عَدَدُنَا وَقَلَّتْ فِيهَا أَمْوَالُنَا فَقَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَرُوهَا ذَمِيمَةً
3924. Dari Anas bin Malik, dia berkata: Seorang lelaki bertanya,
"Wahai Rasulullah SAW, kami tinggal di sebuah rumah yang dihuni oleh
banyak orang. Banyak pula harta kami di sana. Kami lalu pindah ke rumah
yang lain, sehingga jumlah kami di rumah itu sudah berkurang. Begitu
juga harta kami." Rasulullah SAW kemudian bersabda, "Tinggalkanlah rumah
itu (karena tercela)." (Hasan), Al Misykah, 4589
Tidak ada komentar:
Posting Komentar