عَنْ أُسَامَةَ بْنِ شَرِيكٍ قَالَ أَتَيْتُ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابَهُ كَأَنَّمَا
عَلَى رُءُوسِهِمْ الطَّيْرُ فَسَلَّمْتُ ثُمَّ قَعَدْتُ فَجَاءَ
الْأَعْرَابُ مِنْ هَا هُنَا وَهَا هُنَا فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ
أَنَتَدَاوَى فَقَالَ تَدَاوَوْا فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ
يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ دَوَاءً غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ الْهَرَمُ
3855.
Dari Usamah bin Syarik, dia berkata: Aku menghadap Rasulullah SAW dan
para sahabatnya. Aku melihat seolah-olah ada burung-burung yang
beterbangan di atas kepala mereka (karena pusing atau kurang sehat). Aku
pun mengucapkan salam kepada mereka dan segera duduk. Lalu datang
beberapa orang Badui dari arah sana dan sini. Mereka bertanya, "Wahai
Rasulullah SAW, apakah kami harus berobat?" Beliau menjawab, "Berobatlah
kalian, karena Allah tidak memberikan penyakit kecuali Dia menciptakan
obatnya (penyembuhnya), kecuali satu penyakit, yaitu penyakit udzur
(tua).'" (Shahih)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar